Pages

  • Home
  • About
tumblr linkedin

things.

    • Home
    • Gallery
    • About

    bismillaahirrahmaanirrahiim.


    Ada banyak hal unik, dan yang mampu dituliskan hanya sebagian kecil. Ada salah satu fenomena yang diambil dari keikutsertaan saya dalam agenda-agenda angkatan 2 dan 4. Tidak disengaja, tapi ya celetukan mah ada aja.

    "Pang kenapa deh, kamu kena mulu. Padahal kamu teh ngga salah apa-apa,"

    Kena apakah?
    #1 Jadi ceritanya dua tahun lalu bulan Ramadhan, itu merupakan kali kedua kami melangsungkan agenda Metamorfosis, pesantren kilat untuk anak-anak yang membutuhkan. Waktu itu masih berlangsung forum evaluasi, saya dan Nida izin pulang duluan. Biasanya, kalau sudah di atas maghrib saya akan memilih menginap. Namun berhubung keesokan harinya ada diklat divisi mentor Integrasi ITB 2016, kami harus pulang dan menyiapkan spek dan melakukan hal lainnya.
    Qadarullah, di perjalanan pulang kami mendapat hadiah; tertimpa patahan dahan pohon di area Soekarno Hatta.

    Momen campuraduk kala itu, memberikan cerita tersendiri terkait Metamor. Kebetulan saya lupa ingatan sih apa yang terjadi setelah pertengahan forum evaluasi. Yang pasti, Ukhti Nida Salma Fauziyah saudariku satu TK, SD, SMP, dan kuliah ini adalah akhwat tangguh yang luar biasa.

    #2 Jadi ceritanya dalam pendakian kemarin, fatalnya adalah beberapa saat sebelum keberangkatan, saya malah makan di warung sop iga. Kenyang pula. Padahal, kalau mau ujian olahraga aja saya harus shaum kalo mau kuat lari 6 keliling di Saraga tanpa hambatan. Yak terjadilah apa yang disebut dengan kalikiben di perut kanan, sepanjang awal-awal keberangkatan sampe pos 1. Kalau kata Uji calon Bu Dokter, asam laktat saya meningkat pesat terutama kalau capek. Makanya kena ke lambung juga. Sakit banget, iya. Itulah mengapa bahaya buatku kalau makan kenyang-tak tau apa yang akan saya jalani setelahnya. Hatur nuhun pada pihak berwajib yang membantu membawakan carrier. Alhamdulillahnya selebihnya saya bisa bawa carrier, sembari merasa-rasa perkembangan aktivitas lambung.

    #3 Jadi ceritanya dalam pendakian kemarin juga, setelah merasakan zonasi cobaan perjalanan menuju puncak yang kentara, kami turun dari puncak. Ada banyak hal unik, ada banyak zona mengesankan di Guntur. Salah satunya ini, dari puncak 1 ke pos 3. MaasyaAllah karena treknya memang pasir kerikil batu-batuan dan cara turunnya tinggal duduk, beri sedikit dorongan, kemudian serodotan. Kalaupun berdiri, rasanya dibantu microbots kaya yang di film Big Hero 6 itu lho.
    Kemudian di masa-masa asik serodotan, kami tiba di sebuah jalan yang bercabang dua. Kami ambil kanan, entah kenapa terbawanya ke sana. Serius ini ngalir aja gitu. Saat itu posisi saya, orang depan, dan belakang sedang serodotan duduk dan kami sedang tidak bawa carrier karena kami tinggalkan di pos 3. Kemudian tiba-tiba ada suara kencang sekali.
    Duk gitu bunyinya.
    Saya kira, itu orang belakang main tendang aja ini orang di depannya. Mungkin beliau susah berhenti akhirnya sepatunya nabrak saya. Ternyata, itu adalah hasil dari pembekuan lava atau sedimentasi sisa organisme atau ya sejenisnya. Ukurannya lebar 30cman lah, panjang ama lebarnya ga beraturan.
    Batu, gelinding dari ketinggian, kena punggung bagian bawah saya wkwk.
    Saya terpaku lama tuh. Semesta mengheningkan cipta. Kemudian tindakan medis berbicara hehe.

    Walhasil, perjalanan dari pos 3 ke bawah yang tentunya defaultnya saya bawa carrier akhirnya terrekayasa. Saya cuma bawa tas kamera, nenteng matras Adit, ama botol berisi air sungai. Bawaan sesedikit itu, saya masih jadi orang terbelakang. Kesusul sana sini wkwk. Ya ada rasa sakit yang mesti mendapat bisikan terus menerus, "Semoga kamu jadi pelebur dosa ya!"


    "Pang kenapa deh, kamu kena mulu?"
    "Hah gimana?"
    "Ya kamu teh istilahnya mah kena musibah muluu. Padahal kamu teh ngga salah apa-apa,"
    "Allahuakbar wkwk,"

    Dipikir-pikir, iya sih. Tenang, ini bukan mempertanyakan apa yang Allah kehendaki. Tapi ini bisa menjadi sebentuk sarana refleksi. Apakah kode yang Allah sisipkan di dalamnya?

    "Mungkin Allah mau kamu jadi sumber pahala buat kita-kita, Sap"
    "Nanti kalau di surga ga nemu aku, tolong cari aku ya. Bilang sama Allah 'yaaAllah mana teman Shaffa yang bantuin waktu Shaffa kena musibah?',"
    "Pang, mungkin kita harus berkaca lagi. Memperbaiki amal yaumi, mungkin ini salah satu cara Allah negur kamu, negur kita.."

    Kalian tau, nikmat Allah yang amat indah salah satunya adalah teman-teman yang shalih shalihah.
    Barakallahulakum. Semoga semua prasangka baik tadi bisa kita tindaklanjuti dengan baik yaa geng.

    ---

    "Maaf ya, beban perjalanan banget aku,"
    "Lah gapapa kali, Pang. Inimah kita terlanjur satu rombongan aja jadi mau gamau harus bantu,"
    "..." Makasi lho, Lik. Sangat menenangkan.


    Continue Reading
    bismillaahirrahmaanirrahim. 

    Tulisan ini adalah tulisan seorang yang masih belajar, berusaha banyak baca, mencari pengalaman, nyari ilmu, berusaha peka. Kurang dan cacat sana-sini. Menanti koreksi, mendamba masukan. 

    Ini salah satu sisi lain perjalanan mengarungi Guntur kemarin hehe. Jadi ceritanya, sehari sebelum berangkat saya dichat oleh seorang rekan akhwat yang bertanya, tentang batasan interaksi dan ikhtilat. Di postingan yang beliau lampirkan, bunyinya hati-hati kalau ikut agenda berkedok halal bi halal, reuni, silaturahmi, nanti malah ikhtilat. Kan ketemu banyak cowo tuh di sana.

    Saya berkata "Hmmm". Sambil mencari referensi, sambil bertanya pada orang-orang yang saya percaya sebagai narasumber, saya juga mikir "Ini besok naik gunung bakal gimana yak".

    Tulisan ini adalah tulisan seorang yang masih belajar, berusaha banyak baca, mencari pengalaman, nyari ilmu, berusaha peka. 

    Muslimah gaboleh terbatas nih geraknya! Saya lebih senang membahasakan apa yang disyariatkan itu bukan untuk membatasi, namun menjaga para akhwat hehe. Kami berhasil naik gunung pakai rok, pakaian syar'i, dengan menyesuaikan medan juga tentunya. Kami juga menemukan beberapa akhwat berniqab, bergamis, mix dengan topi manset dan sarung tangan. Akhirnya, sebebas mungkin berkarya boleh banget dan syariat insyaaAllah tidak akan mengurangi kenyamanan. Mungkin memang perlu waktu untuk sedikit penyesuaian jika ini kali pertama, namun melatih ini amat menyenangkan terutama kita punya teman yang sepaham dan mendukung satu sama lain.


    Tulisan ini adalah tulisan seorang yang masih belajar, berusaha banyak baca, mencari pengalaman, nyari ilmu, berusaha peka. 

    Naik gunungnya bareng ikhwan? Mungkin ke depannya jika mampu baiknya akhawat aja, atau lebih bagus kalau sudah ada mahram hehehe.
    Tapi kali ini iya bareng. Apa satu agenda membuat kami tidak lupa penjagaan diri? Tidak juga.
    Bagaimana kita terutama para muslimah memposisikan diri dalam sebuah agenda membuat pihak lainnya akhirnya menyesuaikan diri. Lebih baik jika kau bisa ungkapkan secara langsung koreksi yang ada, syukur ketika akhirnya bisa jadi evaluasi bersama. Mungkin ada beberapa kesalahan yang luput, tidak sadar kami lakukan, namun yang penting di sini adalah husnuzhan dan tindak lanjut darinya. Nyadar salah, nyadar lupa, terus apa?

    Tulisan ini adalah tulisan seorang yang masih belajar, berusaha banyak baca, mencari pengalaman, nyari ilmu, berusaha peka. 

    Di sini juga belajar komunikasi, belajar berani.
    "Heh jangan maen tepok-tepok napa,"
    "Lu duduknya belah sono aja,"
    "Minum duduk woi, pake tangan kanan,"
    Hidup ini saling mengingatkan, dan yang mengingatkan ini sesungguhnya berujar tidak hanya pada yang lain namun juga diri sendiri.
    Siapa sih manusia yang selalu benar? Hehe.

    Tulisan ini adalah tulisan seorang yang masih belajar, berusaha banyak baca, mencari pengalaman, nyari ilmu, berusaha peka. 

    Islam tidak membenarkan adanya kesempitan bagi umatnya. Bukan sarana mengambil kesempatan, namun melatih hamba menakar mudharat dan maslahat yang didapat.
    "Gua mau bantuin, tapi takut dosa~"
    Ya pinter-pinter aja dah. Atas dasar apa dirimu berbuat, atas niat apa dirimu bertindak. Jika ada sebuah tindakan yang sama sekali tidak diinginkan namun menuntut keselamatan dalam keadaan darurat, Allah Mahatau.

    Tulisan ini adalah tulisan seorang yang masih belajar, berusaha banyak baca, mencari pengalaman, nyari ilmu, berusaha peka. 

    Alangkah baik jika dari sebuah pengembaraan, kita dapatkan hikmah! Alhamdulillah lho, mengulang cerita ini membuat munculnya kesadaran, meningkatkan kepekaan.
    Eh yang gini ini lho saatnya kita para muslimah bicara. Eh yang gini ini lho saatnya kita minta yang lain agak bergeser posisinya. Eh yang gini ini lho batas kita bercanda.
    Kepekaan itu dilatih, jangan sampai buta menghadapi realita.

    Tulisan ini adalah tulisan seorang yang masih belajar, berusaha banyak baca, mencari pengalaman, nyari ilmu, berusaha peka. 

    Ga setuju dong, kalau misal muslimah ga punya kesempatan menuai hikmah juga. Syariat yang ada menjadi pengingat diri ini punya sebuah benteng yang harus dijaga. Bahkan jika para muslimah berhasil menegakkannya, pihak di sekitar bisa membantu menopang benteng itu. Percaya atau tidak, itu fakta.

    Tulisan ini adalah tulisan seorang yang masih belajar, berusaha banyak baca, mencari pengalaman, nyari ilmu, berusaha peka. 

    Yang pasti, kalo mau bepergian jangan sendiri lah ya, Sist. Perbanyak kawan. Harus dapat izin ortu pastinya. Banyak dzikir karena wallahua'lam apa yang terjadi di luar sana.

    Tulisan ini adalah tulisan seorang yang masih belajar, berusaha banyak baca, mencari pengalaman, nyari ilmu, berusaha peka. Masih banyak kurangnya, masih butuh referensi dan sharean pengalaman juga ilmu manteman semua dan yang lebih paham. Masih sekenanya, semoga bisa menuai hikmah dari apa yang sudah dilalui. Gitu aja dulu sih.

    Jazakunnallah khairan khatsira Saudariku sekalian yang mengiringi memetik hikmah, mengingatkan lebih dari 24x3 durasi perjalanan kita. Bahkan perjalanan kita sudah lebih dari 3 tahun ya?

    Buat Sipa, Bita, Khansa, dan Uji, jangan bosen membersamai aku!
    Oiya, jawaban pertanyaan temenku sebelum keberangkatan, mungkin bisa rangkum dari Kebebasan Wanita jilid 2, Abdul Halim Abu Syuqqah. Bisa juga ada referensi lain. Belum menjanjikan akan merangkumkan semuanya dalam satu tulsan. Hehe. Wallahua'lam bisshawab.
    Continue Reading


    ya namanya juga hati perahu,, siapa bisa jamin ga bakal pergi lagi kalo udah berlabuh? ga ada kan? ya mungkin saat ini ga sadar aja kalo di luar sana masih banyak pelabuhan lain. jadi? ya yang sekarang biarin aja. ada kalanya lebih baik ga usah digubris. tapi ya yang lebih baik itu kalo waktu berlabuh, kita bisa ngupgrade perahunya jadi lebih baik dan kuat. ya ga?

    ya namanya juga hati perahu,, belum tau kapan pelayaran berhenti. banyak berlabuh, banyak berlayar. di tengah pelayaran banyak rintangan. di pelabuhan juga banyak cobaan, bisa jadi ngerasa tentram, akhirnya mager pergi. padahal perjalanan masih panjang.

    ya namanya juga hati perahu,, bakal sering, bahkan selalu terombang-ambing. ketemu karang. ketemu perompak yang bisa ngambil semua bekal dan apa-apa yang udah didapat selama ini. ketemu badai. ketemu saat-saat di mana bintang penujuk arah ga keliatan ketutup mendung.

    ya tapi yang namanya hati perahu,, harus tetep kuat dan tangguh. pilihan sih, mau tetep ada, atau mau pasrah biarin aja kekikis garem laut sampe akhirnya tenggelam tanpa daya.

    ya namanya juga hati perahu, , kalo mau tetep ada, ya ikuti jalur-jalur yang bener. mau kondisi sekarang dan nantinya gimana, gapapa. selama berlayar bareng Allah, tunggu aja saat-saat indah Allah nambatin hati perahu itu ke hati pelabuhan yang bener-bener tepat. iya ga??

    - 4 desember 2014
    repost dari tumblr shaffa. selalu ngena padahal tulisan sendiri hm -_-
    Continue Reading
    Older
    Stories

    About me

    Photo Profile
    fathya
    << biology-art >>

    bit.ly/shaffabutuhdiingatkan

    Read More

    Follow

    • G+
    • tumblr
    • facebook
    • twitter
    • pinterest
    • instagram

    Labels

    #olimpiadetaqwa abiotik alampikir bandung biotik Indonesia kawan keluarga lingkaran masyarakat pakulahan serpong subang tugas tki

    recent posts

    Blog Archive

    • Mei 2020 (1)
    • Oktober 2019 (2)
    • September 2019 (1)
    • Mei 2019 (2)
    • Maret 2019 (3)
    • Februari 2019 (1)
    • Januari 2019 (5)
    • Desember 2018 (1)
    • November 2018 (1)
    • Oktober 2018 (1)
    • September 2018 (2)
    • Agustus 2018 (2)
    • Juni 2018 (8)
    • Mei 2018 (7)
    • April 2018 (3)
    • Januari 2018 (9)
    • September 2017 (3)
    • Agustus 2017 (2)
    • Juni 2017 (1)
    • Februari 2017 (1)
    • April 2016 (3)
    • Maret 2016 (1)
    • November 2014 (2)
    • Oktober 2014 (7)
    • Juli 2014 (2)
    • Juni 2014 (2)

    Cari Blog Ini

    facebook Twitter instagram google plus tumblr

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top