Pages

  • Home
  • About
tumblr linkedin

things.

    • Home
    • Gallery
    • About

    bismillaahirrahmaanirrahiim

    Ini nasihat yang amat gamblang dari Ustadz Hervi Firdaus hafidzahullaahuta’aala di Rabu sore kemarin. Alih-alih menyampaikan pembelajaran dari bab XVI al-Itqaan fii ‘Uluumil Qur’an, beliau memilih untuk menyampaikan nasihat terlebih dahulu.  
    ___________________________________

    Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa seiring berlalunya aman, semakin banyak orang membaca Alquran namun tak paham isinya. Tugas terbesar bagi orang-orang yang berusaha mengafal Alquran (para penghafal agaknya terlalu berat ya, tapi boleh sih jika sebagai doa) adalah meluruskan pola pikir dan memperbaiki tujuan.  Menghafal Alquran harus dengan tujuan tunuk memahami Alquran, memahami agama-Nya, memahami-Nya. Siapapun yang hannya meniatkan untuk sekadar menghafal, sungguh celaka katanya :( ini tentang niat kawan, dan selalu masih ada waktu memperbaiki jika detik ini masih diberi kesempatan untuk bernafas. Entah ke depannya lupa atau luput, semoga kita selalu bisa memperbaharui niat dengan baik.
    Ingat kaum Khawarij? Riwayat mengatakan bacaan Alquran kaum tersebut lebih baik dari para shahabat Rasulullaah. Namun kaum itu tak paham isinya.

    Ilmu menghafal Alquran hendaknya menjadi ilmu yang menjadi langkah pertama dalam memahami agama-Nya. Bukan ilmu terakhir sebagaimana kebanyakan kita menjadikannya sebagai goal. Bukan juga pertama dan terakhir -_- hiks

    Mari memperbarui niat agar bacaan ini memiliki ruh. Kadang yang terjadi adalah kita terhanyut dalam rasa, lupa akan nikmatnya memahami. Air mata yang turun karena merdunya bacaan itu sebenarnya muncul dari mana? Rasa dan nafs diri. Mungkin perlahan, syukur sudah bisa menikmati. Namun ingat juga ada kenikmatan yang tak terhingga ketika diri ini mampu memahami. 

    Seperti Abu Bakr yang menangis ketika mendengar wahyu tentang kemenangan yang dijanjikan sebentar lagi akan tiba. Para shahabat bahagia, namun keimanan shahabat yang lebih utama yakni Abu Bakr mampu merasakan lebih dalam, keimanan beliau menjadi bekal pemahaman, kemudian pahamlah beliau bahwa ajal Rasulullah kian dekat.

    Bersemangatlah, yakin bahwa menghafal adalah langkah awal menapaki wasilah mengenal-Nya.
    Ibnu Mas’ud adalah shahabat yang ketika membaca Alquran, beliau tahu ayat tersebut bercerita tentang apa, turun dimana, bagaimana turunnya. Apa yang dibaca mampu menambah keimanan. Mari luruskan niatnya?

    Oiya Ustadz bilang kalau mau bacaannya merdu mah gurah aja cenah.
    “...”
    Oke...

    Kepadamu yang tengah mengusahakan ini semua maka tekunlah dan bersabarlah ya, katanya rasakan nikmat prosesnya. Juga, jangan berhenti. Semoga kelak bisa menjadi cahaya dan menyampaikan kebaikan lebih luas lagi bagi sekitar. Bukan yang merasa paham lalu berceloteh tak berarah, na’udzubillaahi min dzaalik.
    ___________________________________

    Yak sepertinya segitu, aslinya lebih padat lagi hanya saja catatan saya di kertas dan bukan di buku, terbatas sekali. Belum alih bahasa dari poin-poin inti yang dicatat. Semoga bisa diambil kebaikannya ya, terutama buat Fathya di waktu mendatang ketika kembali membaca ini.

    Untuk catatan di bawah ini, di kertas juga karena tidak bawa bukunya, ga lagi-lagi deh yaaAllaah 😭




    Continue Reading

    bismillaahirrahmaanirrahiim.



    Sore tadi di sudut pertigaan jalan. Ada salad @wegrow.life dan secangkir latte, ada juga americano sepertinya.

    Ungkapan hikmah adalah barang hilang milik orang beriman. Maka di manapun dia menemukannya, dia yang paling berhak atasnya.
    (HR. At Tirmidzi dan Ibn Majah dari Abu Hurairah, sanadnya dha’if, tapi para ‘ulama menyatakan makna lafazhnya shahih)

    Kroscek wajib. Literasi harus. Ingat juga untuk tidak luput mencari hikmah dan pembelajaran dari manapun itu. Dalam beberapa kasus, manusia kadang terlanjur ribet dengan ‘sumber’ ilmu dan lupa akan hikmah serta pembelajaran. Mari sinergikan. Keduanya harus seimbang agar kritis ini tidak timbul sebagai ego tak beralasan, melainkan sebagai curahan kebijaksanaan yang menyejukkan.

    “Jangan ambil dari sana, yang buat kafir”. Tolong tolong, kita muslim paling berhak atas hikmah. Perihal khawatir terwarnai, hmm di depan kita sebetulnya terpampang sedemikian banyak alat untuk membantu menyaring supaya apa yang masuk ke dalam tubuh adalah yang layak dan bernutrisi. Racun-racun biarkan tersangkut, nanti kalau bisa kita detoksifikasi dan berikan kepada sumber. Siapa tau semoga kedetoks?
    Mari kita perbanyak baca dan melingkar berfaedah, mempelajari supaya bisa gunakan saringan dengan baik.
    Supaya bisa tahu juga kalau zaman dahulu ada eranya dimana muslim ini membaca literatur non-Arab kemudian mensintesisnya menjadi suatu konsep yang menakjubkan dengan penambahan komponen, atau restrukturisasi resep dengan tuntunan Islam. Dinasti Abbasiyah?


    Hal di atas adalah pesan terutama untuk kita para pemimpi(n).
    Pemimpin ini 1/3 dari gagasan visi global Islam, alasan penciptaan manusia dan apa yang harus diperbuat. Manusia diutus untuk menjadi khalifah.
    Setiap kita adalah pemimpin. Dalam skala sosial, ada 4 peran yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin, disintesis dari Franklin Covey dan Ust. Elvandi:

    1. Strategic thinking
    Berpikir –menyusun strategi- dari tiga dimensi waktu yakni apa yang telah lalu, sekarang, dan masa depan. Mengambil intisari sejarah, mempelajari siasat (atau dengan kata lain, politik) (tidak bisa digeneralisasi ‘politik’ adalah sesuatu yang kotor ya), dan me’ramal’ akan kemana arah muara zaman ini. Semua dilakukan dengan harus berbasis riset dan didasari tujuan membangun peradaban.
    Berat banget wkwk maka dari itu mari bergerak bersama.
    2. Influencing
    3. Educating, semua adalah tentang pendidikan kalo kataku mah wkwk.
    4. Executing, eksekusi hasil pemikiran
    Nomor 2-4 ditugaskan untuk baca sendiri hehehe yasudah.

    Tugas pemimpin sebetulnya dua: tahu mau membawa kemana (thinking, dan ini 50%) dan bagaimana membawa ke sana (influencing, educating, executing silakan persenannya dibagi).
    Saat ini demikian banyaknya miskonsepsi dari konsep pemimpin, terbatas di manajerial dan jabatan. Padahal lebih jauh dari itu, harus memiliki visi ke arah peradaban. Dari sana, tentu sang pemimpin tidak akan punya waktu untuk berleha dan berpusing sendiri, karena nyatanya ada tim yang menanti dibawa ke sana. /tertampar hidayah/

    Apa sih peradaban? Suatu kelompok masyarakat punya tradisi ilmu tersendiri (bahasa anak SPI katanya) dalam mendefinisikan perabadan. Mari banyak membaca, mungkin nanti bisa ada tulisan khusus terkait ini.

    Mari mari mari.
    Mari saling seret, dorong, dan menodong dalam hal kebaikan.

    Allahulmusta’an.

    ---
    Cibiru. 23:49 03/05/2019
    dalam efek kopi sepertinya.


    ^
    Sebentuk notulensi dari sebuah bincang yang tentu banyak selaan selaan, tidak bisa selamanya menuntut kerunutan. Hidup aja dinamis.
    Atau statement di atas adalah sebuah pengakuan bahwa notulis ini masih perlu memperkaya bagaimana menulis dengan baik dan mengalir dari bahasan satu ke bahasan lainnya, yang sebelumnya dirasa tidak akan pernah terhubung.
     Wkwkwk yaaAllaah. Ini teh sebetulnya bilang aja aku udah lama ga nulis jadi kaku kieu heuheu.
    Tidak ada yang mustahil. Maka mari belajar bersama.

    Continue Reading
    Older
    Stories

    About me

    Photo Profile
    fathya
    << biology-art >>

    bit.ly/shaffabutuhdiingatkan

    Read More

    Follow

    • G+
    • tumblr
    • facebook
    • twitter
    • pinterest
    • instagram

    Labels

    #olimpiadetaqwa abiotik alampikir bandung biotik Indonesia kawan keluarga lingkaran masyarakat pakulahan serpong subang tugas tki

    recent posts

    Blog Archive

    • Mei 2020 (1)
    • Oktober 2019 (2)
    • September 2019 (1)
    • Mei 2019 (2)
    • Maret 2019 (3)
    • Februari 2019 (1)
    • Januari 2019 (5)
    • Desember 2018 (1)
    • November 2018 (1)
    • Oktober 2018 (1)
    • September 2018 (2)
    • Agustus 2018 (2)
    • Juni 2018 (8)
    • Mei 2018 (7)
    • April 2018 (3)
    • Januari 2018 (9)
    • September 2017 (3)
    • Agustus 2017 (2)
    • Juni 2017 (1)
    • Februari 2017 (1)
    • April 2016 (3)
    • Maret 2016 (1)
    • November 2014 (2)
    • Oktober 2014 (7)
    • Juli 2014 (2)
    • Juni 2014 (2)

    Cari Blog Ini

    facebook Twitter instagram google plus tumblr

    Created with by BeautyTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates

    Back to top